Mahameru

Coretanlepas

Tiga ribu enam ratus tujuh puluh enam meter di atas permukaan laut. Angin berlari menerpa wajahku. Perantara antara gelap dan pagi menyambut para pendaki dengan dingin namun tetap hangat di satu bilik kalbu. Entahlah. Tubuhku memang  letih namun mataku berbinar. Kedua kakiku bergetar sendu. Semakin surya naik semakin jelas kulihat gumul awan-awan yang mencumbui horison. Indah tak bersyarat.

Akhirnya. Inilah tempat tertinggi di atas tanah Jawa, berdiri kokoh puncak abadi para dewa. Mahameru. Gunung dengan hiasan mitos dan cerita. Dari babak akhir Mahabharata, sampai tentang akhir kisah seorang tokoh pergerakan. Dari Pandawa sampai Soe Hok Gie. Tentang pendakian suci Pandawa dan Draupadi sampai sosok Soe Hok Gie yang tak menyerah pada kemunafikan.

Kebersihan hati Yudhistira. Hembusan nafas terakhir Gie. Di sini, di tahun 1969. Soe Hok Gie, tokoh yang menginspirasi banyak orang untuk mendaki Mahameru, tak terkecuali aku. Kulihat kawan-kawan seperjuanganku. Pemandangan dan suasana yang sukar kulukiskan. Bahkan mungkin bagi…

Lihat pos aslinya 2.010 kata lagi

Tentang wisuda

Bagaimana kalian bisa terus hidup jika tidak bergantung kepada alam ? mengejar srata 1 di Fakultas Pertanian Brawijaya Malang :)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s