Perjalanan Ke Mahameru #3

The 'Rok' Mountaineer

24 Agustus 2012
Terbangun pukul 24.00 wib, kami sudah bersiap dengan jaket tebal, senter, tak lupa mengikat sepatu dengan kencang. Semua barang kami tinggal di tenda, hanya air minum, makanan secukupnya, dan obat-obatan yang kami bawa, plus kamera bagi saya. Kami mulai melakukan trekking pukul 00.30 wib. Jalur pendakian tengah malam seperti jalur migrasi bintang, untaian senter di kegelapan berbaris rapih secara vertikal menuju langit, indah. Sedangkan di kanan-kiri kami hanya ada kegelapan, yang tampak tak berujung, ini merupakan zona 75, artinya kedalaman kurang lebih 75 meter. Jalur pendakian yang cukup terjal dan sempit membuat kami harus berhenti setiap beberapa menit karena menunggu pendaki lain naik.

Malam ini merupakan puncak dari pendakian kami, setelah melewati Arcopodo dan Cemoro Tunggal akhirnya gundukan pasir kering raksasa Mahameru tepat di hadapan. Seorang teman mengingatkan, Mahameru tidak mampu ditaklukan, hanya mampu kita daki.

Setapak demi setapak kami lalui gundukan pasir kering itu, naik 5…

Lihat pos aslinya 578 kata lagi

Tentang wisuda

Bagaimana kalian bisa terus hidup jika tidak bergantung kepada alam ? mengejar srata 1 di Fakultas Pertanian Brawijaya Malang :)
Pos ini dipublikasikan di about Bromo, about Semeru. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s