Perjalanan Ke Mahameru #4 (end)

The 'Rok' Mountaineer

25 Agustus 2012
Subuh hari di Ranu Kumbolo sangat dingin hingga terasa menusuk sampai ke tulang, saya coba membetulkan sleeping bag, barang kali terbuka, bergeser lebih dekat dengan teman saya, tapi tetap tidak meredakan rasa dingin itu.
Rasanya enggan keluar tenda kalau saja tidak ada teriakan sunrise dari luar. Saya keluar tenda segera, sambil membawa kamera. Pemandangan yang semalam tidak saya hiraukan dan pagi ini saya terheran-heran karenanya, Ranu Kumbolo tampak seperti perkampungan, dikelilingi tenda dan orang-orang berjaket tebal. Saat saya keluar tenda, hari masih cukup gelap, matahari belum muncul, namun orang-orang sudah berjejer di tepi danau yang sedikit membeku. Lapisan es tipis itu juga menyelimuti tenda kami, dan kini saya tahu apa yang menyebabkan udara dalam tenda begitu dingin.

Ice on the tent

Satu lagi keajaiban yang ditawarkan danau terindah yang pernah saya datangi ini. Saya melihat pemandangan yang sama seperti lukisan atau gambar yang sering dibuat oleh kita sewaktu kecil. Sang surya…

Lihat pos aslinya 368 kata lagi

Tentang wisuda

Bagaimana kalian bisa terus hidup jika tidak bergantung kepada alam ? mengejar srata 1 di Fakultas Pertanian Brawijaya Malang :)
Pos ini dipublikasikan di about Bromo, about Semeru. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s