What doesn’t kill you

jejaka petualang

Tangan saya meraih-raih sekuat tenaga mencari pegangan yang tak kunjung ditemukan. Tubuh ini tetap saja merosot dan tergerus kerikil tajam. Perih. Teguh dan Eka yang berada di bawah memanggil-manggil nama saya dengan cemas. Saya tahu sejenak lagi mereka pasti akan menahan napas, saya sudah di ujung punggungan kecil itu dan sedikit lagi akan jatuh menggelinding ke dalam mulut jurang.

Tekad untuk bertahan hiduplah yang menyelamatkan saya. Setengah mati saya dekapkan tubuh ke tebing kemudian saya tahan lajunya dengan perut. Berhasil, saya berhenti merosot. Kedua kawan bernapas lega. Di atas tebing yang stabil, saya duduk sambil menghela napas panjang. Di bawah, sambil sesekali tertutup kabut, tampak Pasar Bubrah, camp terakhir Gunung Merapi sebelum puncak, ramai dihiasi tenda beraneka warna. Hari ini Merapi sedang berbaik hati, saya tidak jadi ditelannya. Mungkin karena ia ikut bersuka cita menyambut tahun baru 2013.

Lihat pos aslinya 314 kata lagi

Tentang wisuda

Bagaimana kalian bisa terus hidup jika tidak bergantung kepada alam ? mengejar srata 1 di Fakultas Pertanian Brawijaya Malang :)
Pos ini dipublikasikan di about Bromo, about Semeru. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s