TRAVENITA

Pagi itu (29/12) kabut menyelimuti puncak Gede. Serupa sihir paling hebat, kami lupa bahwa beberapa menit sebelumnya pening menyerang, napas tersengal, dan telinga berdenging. Semua lenyap begitu saja saat kami menjejak ketinggian 2958 mdpl, puncak Gunung Gede.

Medan yang Aduhai!

Awal pendakian ini jalanan masih cukup ‘bersahabat’. Setelah berjalan sekitar 1 jam, kami bertemu dengan sebuah tempat, serupa bangunan yang tampak sudah tidak terpakai. Di sana terdapat papan penunjuk arah bertuliskan Legok Leunca. Baru kemudian kuketahui pos tersebut adalah pos Tanah Merah, bekas kantor Taman Nasional yang sudah lama tak digunakan lagi. Setelah pos tersebut, pos berikutnya adalah Pos Legok Leunca yang berada di ketinggian 2150 mdpl.

Selanjutnya jalur pendakian semakin terjal. Kemiringannya sekitar 45o-60o. Selain itu, beberapa medan sempit, sehingga kita harus sedikit menyingkir ketika ada pendaki dari arah berlawanan. Setelah sempat berhenti di beberapa tempat sekadar meneguk air atau mengunyah gula merah, kami tiba…

Lihat pos aslinya 784 kata lagi

Tentang wisuda

Bagaimana kalian bisa terus hidup jika tidak bergantung kepada alam ? mengejar srata 1 di Fakultas Pertanian Brawijaya Malang :)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s